Liburan ke Jepang, Wisatawan Indonesia Lebih Pilih Naik Business Class

LIBURAN tampaknya saat ini tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat. Padatnya rutinitas dan tuntutan pekerjaan memang dapat memicu stres yang tidak baik untuk kesehatan bila dibiarkan. Dengan bepergian, seseorang bisa menyegarkan kembali pikirannya dan melepaskan penat.

Tujuan liburan bisa ke mana saja. Biarpun saat ini wisata domestik mendapatkan animo yang cukup tinggi dari masyarakat Tanah Air, tapi masih banyak pula yang memilih untuk liburan ke luar negeri. Salah satu negara yang sering menjadi pilihan destinasi adalah Jepang.

BERITA TERKAIT +

Negara yang punya sebutan ‘Negeri Matahari Terbit’ itu sering dikunjungi karena banyak wisatawan yang ingin melihat keindahan pohon sakura. Biasanya Jepang ramai dikunjungi pada akhir Maret hingga April. Sebab pada saat itu bunga sakura mulai bermekaran dan mampu menghipnotis mata wisatawan.

Akan tetapi, banyak pula wisatawan yang datang di musim lain. Menurut Raymond Tjia, Manager of Sales & Marketing All Nippon Airways (ANA), semua musim di Jepang selalu indah sehingga tidak ada alasan bagi wisatawan untuk tidak datang. ANA sendiri merupakan maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta-Jepang.

(Baca Juga: 5 Foto Kemesraan Hewan yang Bikin Anda Meleleh)

 

(Baca Juga: Paling Subur Sedunia, Wanita Berusia 40 Tahun Ini Lahirkan 44 Anak)

 

(Baca Juga: Niat Minta Tolong, Foto Wanita Ini Malah Jadi Korban Keisengan Netizen)

Hal itu terbukti dari peningkatan jumlah wisatawan dari Indonesia ke Jepang. “Berdasarkan data dari JNTO, dari 2016 ke 2017 terjadi peningkatan jumlah kunjungan ke Jepang sebanyak 30%,” ungkap Raymond saat ditemui Okezone dalam konferensi media ‘HSBC-ANA Business Class Seat Showcase & Travel Fair’, Kamis (18/10/2018) di Jakarta.

Peningkatan itu pula yang membuat maskapai tersebut membuka 3 kali penerbangan dari Jakarta ke Jepang. “Animo penumpang Indonesia dari Jakarta ke Tokyo itu sangat tinggi. Dari 2011 kita mulai (buka penerbangan) hanya ada 1 flight sekarang sudah 3 flight. Ada jam 06.25 Jakarta-Narita, lalu jam 07.00 Jakarta-Haneda, dan jam 21.15 Jakarta-Haneda juga,” papar Raymond.

 

Berbicara mengenai animo, Raymond menuturkan pula bila sekarang rata-rata penumpang memilih untuk naik kelas bisnis daripada kelas ekonomi. “Customer sekarang lebih mengutamakan kenyamanan jadi mereka memilih business class karena tahu fasilitas yang didapatkan. Kalau di business class, cabin crew 1 banding 4, sedangkan kalau di economy class mungkin 1 banding 20, 30 jadi pelayanannya lebih utama. Service yang didapatkan (di business class) lebih cepat sedangkan di economy class harus nunggu,” jelasnya.

Tak heran bila Raymond mengatakan bila dalam setiap penerbangan kelas bisnis yang berjumlah 48 seats hampir selalu penuh. Sementara itu, di acara travel fair yang berlangsung 18-21 Oktober 2018 di Central Park, wisatawan yang hendak liburan ke Jepang bisa mendapatkan harga terbaik. “Kami mulai dari Rp4,7 juta untuk penerbangan ke Tokyo, itu economy class. Kalau business class mulai dari Rp16 juta,” pungkasnya.

(ndr)