Ledakan di Kampus Crimea Tewaskan 10 Orang, Diduga Serangan Teror

Moskow – Sebuah ledakan yang mengguncang sebuah kampus di Crimea menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Kremlin menyebut insiden ini diselidiki sebagai dugaan serangan teror.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/10/2018), laporan awal yang mengutip sumber penegak hukum setempat menyebut insiden yang terjadi di kota pelabuhan Kerch, Crimea itu dipicu oleh sebuah tabung gas yang meledak.

Crimea merupakan kawasan semenanjung di Laut Hitam yang dicaplok Rusia dari Ukraina sekitar empat tahun lalu.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyebut terorisme menjadi salah satu motif yang tengah diselidiki otoritas setempat.

Disebutkan juga oleh Peskov bahwa Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan dinas keamanan Rusia untuk menyelidiki insiden ini.

Kantor berita Rusia, RIA News Agency, yang mengutip seorang pejabat Komisi Antiterorisme Nasional, menyebut bahwa ledakan itu dipicu oleh sebuah alat peledak misterius.

Seorang pegawai rumah sakit di Kerch mengatakan sejauh ini sedikitnya 18 orang tengah menjalani perawatan medis atas luka-luka yang diderita akibat ledakan itu. Dokter-dokter setempat memperkirakan sekitar 50 korban luka lainnya akan dibawa ke rumah sakit tersebut.

“Sudah ada banyak orang di ruang gawat darurat dan di dalam ruang operasi,” kata pegawai rumah sakit itu seperti dikutip kantor berita TASS.

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan jendela lantai dasar dari gedung kampus dua lantai itu hancur. Puing-puing dari gedung itu berserakan di luar gedung. Kampus yang menjadi lokasi ledakan itu memberikan pelatihan kejuruan untuk siswa-siswa yang masih remaja.

(nvc/ita)