Hati-Hati, Pengobatan Alternatif Malah Perparah Kanker Anak

SAAT ini kanker masih menjadi penyebab utama kematian nomor satu di dunia. Bukan hanya pada orang dewasa, kanker juga bisa menyerang anak-anak.

Setidaknya ada enam jenis kanker yang umum terjadi pada anak-anak antara lain kanker darah atau leukemia, kanker otak, kanker mata atau retinoblastoma, kanker limfa, kanker tulang, dan kanker ginjal.

BERITA TERKAIT +

Di Indonesia sendiri, sekira 50 persen kasus kanker pada anak adalah leukemia. Angka ini sama seperti gambaran secara global. Hanya saja bedanya masyarakat di dunia sudah lebih memiliki kesadaran untuk mengenali gejala dan tanda awal dari kanker serta mencari pengobatan medis bila dibandingkan dengan masyarakat Tanah Air.

Baca Juga: Aurel Hermansyah Tampil Seksi dengan Dress Hijau Neon, Lekuk Tubuhnya Menggoda!

Tak bisa dipungkiri, masih ada masyarakat yang berusaha mencari pengobatan alternatif bila dirinya atau sanak keluarganya didiagnosis oleh dokter terkena kanker. Sebagian besar memilih melakukannya karena merasa takut dengan efek samping dari pengobatan. Terlebih, banyak hoaks atau pendapat yang belum berdasarkan bukti ilmiah (pseudoscience) terkait pengobatan kanker.

Pada anak sendiri, pengobatan kanker hampir sama dengan orang dewasa. Menurut dr spesialis anak, dr Mururul Aisyi, Sp.A(K), ada 3 langkah pengobatan yang biasa dilakukan yaitu kemoterapi, pembedahan, dan radioterapi.

“Biasanya radioterapi untuk anak dibawah usia 3 tahun dihindari. Cara penanganannya tergantung jenis kankernya,” ungkapnya saat ditemui Okezone di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pengobatan yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi dan pembedahan. Tapi pada jenis kanker padat bisa juga dikombinasikan antara keduanya. Efek yang ditimbulkan setelah pengobatan pun biasanya berbeda, baik pada orang dewasa maupun anak. Dengan begitu masyarakat tidak bisa menyamaratakan.

Baca Juga: Anti-Mainstream, Model-Model Fashion Show Ini Hanya Bermodal Selotip!

“Sekira 84 persen respons (pengobatan) berbeda . Kabar baiknya setelah dikemotrapi lebih baik responnya bila dilakukan pada anak. Kemungkinan sembuhnya lebih besar karena kekacauan di tingkat selular lebih rendah,” jelas dr Aisyi.

Nah, untuk mendapatkan hasil optimal dari pengobatan kanker tentu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari orangtua sang anak. Sebab kebanyakan anak terlambat mendapatkan penanganan sehingga kankernya sudah berada di tahap lanjut atau paliatif.

Sebelumnya

1 / 2