Biksu Kontroversial Thailand Dibui 16 Tahun Atas Pemerkosaan Anak

Bangkok – Seorang biksu kontroversial di Thailand yang pernah membuat heboh atas gaya hidup mewahnya, kembali dijatuhi vonis penjara. Biksu ini dijatuhi vonis 16 tahun penjara atas dakwaan penculikan dan pemerkosaan seorang anak.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/10/2018), Wirapol Sukphol sebelumnya divonis 114 tahun penjara pada Agustus lalu, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus berbeda, yakni pidana penipuan, pencucian uang dan kejahatan via komputer.

Meski divonis 114 tahun penjara, Wirapol hanya akan menjalani masa hukuman selama 20 tahun penjara karena itu merupakan masa hukuman maksimum bagi seseorang yang dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan dalam satu persidangan.

Wirapol yang sudah dicopot dari gelarnya sebagai biksu ini, sebelumnya memiliki gelar Luang Pu Nenkham. Tahun 2013, Wirapol membuat heboh publik setelah dirinya muncul dalam video YouTube dan tampak memegang banyak lembaran uang tunai sambil menumpang sebuah jet pribadi.

Pada tahun yang sama, Wirapol dituduh berhubungan intim dengan seorang anak perempuan di bawah umur. Wirapol akhirnya diusir dari biara dan dicopot gelarnya. Wirapol sempat kabur ke Amerika Serikat (AS) sebelum diekstradisi ke Thailand pada Juli 2017.

“Dia (Wirapol-red) memperkosa bocah usia 13 tahun dan menculiknya dari neneknya, tapi dia menyangkalnya,” ujar seorang petugas legal dari Kantor Jaksa Agung Thailand yang menghadiri sidang putusan, kepada Reuters.

“Pengadilan menyatakan dia bersalah atas dua dakwaan, menjatuhkan vonis 8 tahun penjara untuk masing-masing dakwaan,” imbuh petugas yang tidak disebut namanya itu.

Belum ada komentar dari Wirapol maupun pengacaranya terkait vonis ini.

Kasus Wirapol ini menyoroti skandal seks dan uang yang mengguncang institusi Buddha di Thailand dalam beberapa tahun terakhir, yang berujung seruan reformasi institusi keagamaan itu. Pemerintahan militer Thailand yang kembali berkuasa usai kudeta tahun 2014, telah meningkatkan upaya pembersihan dengan menangkap para biksu yang terlibat korupsi dan memeriksa keuangan kuil-kuil setempat.

(nvc/ita)