Wapres AS Minta Pembunuh Khashoggi Segera Ditangkap dan Diusut

Georgia – Wakil Presiden AS Mike Pence meminta kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga tewas di konsulat Arab Saudi di Istanbul diusut tuntas. Pence mengatakan dunia berhak mengetahui kejadian sebenarnya terhadap kasus itu.

“Sangat penting bahwa dunia mengetahui yang sebenarnya. Jika faktanya Khashoggi dibunuh, kita perlu mengetahui siapa yang bertanggungjawab. Kita harus menahan mereka yang bertanggungjawab. Kita akan sampai tuntas ke dasar,” kata Pence, dilansir CNN, Rabu (17/10/2018).

Pence menambahkan pentingnya penuntasan kasus tersebut karena Kashoggi merupakan anggota wartawan yang bebas dan independen. Ia mengkutuk kekerasan yang dialami wartawan di era bebas dan independen ini.

“Lebih penting lagi bahwa dia merupakan anggota pers yang bebas dan independen. Serta setiap kehilangan nyawa merupakan hal yang menyedihkan. Setiap kekerasan harus dikutuk. Ini juga merupakan serangan terhadap pers yang bebas dan independen,” kata Pence.

“Jadi kita akan menuntut jawaban, dunia berhak mengetahuinya,” imbuhnya.

Sementara itu Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan berangkat ke Ankara, Turki usai mengunjungi Arab Saudi. Kunjungan tersebut akan membahas kasus jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga tewas di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Otoritas Turki hingga kini masih menyelidiki kasus hilangnya Khashoggi (60), yang terakhir kali terlihat di depan umum pada 2 Oktober lalu sebelum masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul. Dugaan bahwa Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi dilontarkan sejumlah sumber pejabat Turki.

Khashoggi yang kolumnis media ternama Amerika Serikat (AS) The Washington Post, dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintah Saudi. Dia mengasingkan diri ke AS untuk menghindari penangkapan otoritas Saudi beberapa tahun lalu.

Khashoggi datang ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus surat-surat untuk keperluan rencana pernikahannya dengan tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz. Namun sejak masuk ke Konsulat Saudi pada 2 Oktober, Khashoggi tidak pernah keluar.

Konsulat Saudi mengklaim Khashoggi telah keluar dari gedung tersebut, namun otoritas Turki dan Cengiz meyakini sebaliknya.

Selain menyelidiki klaim jenazah Khashoggi dilarutkan dengan zat asam, Kepolisian Turki juga sedang menyelidiki keberadaan 15 warga Saudi yang secara mencurigakan tiba di Istanbul dengan dua pesawat sewaan dan masuk ke Konsulat Saudi pada hari yang sama saat Khashoggi menghilang.

Saksikan juga video ‘Selidiki Kasus Khashoggi, Polisi Turki Geledah Konsulat Saudi’:

[Gambas:Video 20detik]

(yld/nvl)