Keuskupan Washington Ungkap Nama 31 Pastor Terlibat Skandal Seks

Washington – Keuskupan Agung Katolik Washington, Amerika Serikat mengungkapkan nama-nama 31 bekas pastor yang terlibat pelecehan seks terhadap anak-anak dalam 70 tahun terakhir. Langkah ini dilakukan setelah Uskup Agung Donald Wuerl mengundurkan diri terkait skandal seks pastor tersebut.

Keuskupan Washington menyatakan, ke-31 orang tersebut telah dikeluarkan dari gereja dan 17 orang telah meninggal. Dari daftar itu, belasan pastor telah ditangkap dan dinyatakan bersalah. Daftar tersebut disusun oleh Kardinal Wuerl (77) menjelang pengunduran dirinya usai dituduh tidak berbuat banyak untuk menangani para pastor paedofil.

“Daftar ini adalah pengingat yang menyakitkan dari dosa-dosa berat yang dilakukan oleh para rohaniawan, rasa sakit yang menimpa orang-orang muda yang tidak bersalah, dan bahaya yang dilakukan kepada umat beriman Gereja, yang karenanya kami terus mencari pengampunan,” ujar Wuerl dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (16/10/2018).

Dalam daftar tersebut termasuk nama Robert Petrella yang ditahbiskan menjadi pastor pada tahun 1964, namun dituduh melakukan pelecehan seks dua tahun kemudian. Dia sempat diberhentikan sementara, “dievaluasi dan ditangani” dan kemudian dinyatakan bersih untuk kembali aktif sebagai pastor. Sekitar 23 tahun kemudian, dia dikeluarkan permanen setelah munculnya kembali tuduhan pelecehan seks. Pada tahun 1996, dia ditangkap dan diadili.

“Komitmen kami yang kuat untuk menemani orang-orang yang selamat dari pelecehan di jalan mereka menuju penyembuhan, tetap tak tergoyahkan,” imbuhnya. Ditambahkan Wuerl, saat ini tak ada lagi pastor di keuskupan agung yang pernah menjadi subyek tuduhan kredibel tentang pelecehan anak di bawah umur.

Sebelumnya pada Agustus lalu, laporan juri membeberkan tuduhan-tuduhan kredibel tentang pelecehan seks anak terhadap lebih dari 300 pastor di Pennsylvania, AS. Dalam laporan itu, Wuerl yang menjadi uskup Pittsburgh dari 1988 hingga 2006, berulang kali disebut sebagai salah satu pemimpin gereja yang membantu menutup-nutupi skandal seks tersebut.

(ita/ita)