Kunjungan ke Al-Aqsa Bantu Ketahanan Ekonomi Palestina

Dome of the Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa. (Foto: AFP)

Jakarta: Palestina selama ini dikenal sebagai wilayah konflik berkepanjangan. Namun masih banyak daya tarik Palestina yang bisa menumbuhkan perekonomian dan kapasitas mereka.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengajak warga Indonesia untuk berziarah ke Masjid Al-Aqsa setelah melakukan ibadah Umrah di Arab Saudi.

“Misalkan ada 1 juta warga Indonesia yang ibadah Umrah, mengapa tidak usai mereka di Arab Saudi bisa memperpanjang perjalanan selama tiga hari dan kunjungi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Mereka bisa berdoa di Masjid Al-Aqsa,” ujar Menlu Maliki, di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

“Apa artinya? Ini akan membantu kemampuan warga Palestina di Yerusalem untuk tetap bertahan dan membantu perekonomian mereka. Pada akhirnya bisa membantu mereka bertahan melawan pendudukan Israel,” tegasnya.

Baca: Palestina Berharap dari Posisi Indonesia di DK PBB

Bagi Menlu Maliki ini adalah bentuk solidaritas yang bisa dilakukan oleh umat Muslim Dunia. Jika ada 50 ribu dari 1 juta warga Indonesia yang melakukan Umrah mampir ke Yerusalem, 25 ribu dari Malaysia dan 10 ribu dari Bangladesh dan dari banyak negara lain, dianggap oleh Menlu Maliki bisa membantu warga Palestina di Yerusalem tetap kuat.

Keterlibatan masyarakat madani juga menjadi perhatian Menlu Maliki dalam membantu perjuangan Palestina. Penggunaan telepon pintar dan media sosial bisa menjadi senjata paling kuat di dunia.

“Kalian punya telepon pintar, kalian menggunakan media sosial. Gunakan itu untuk membantu Palestina,” tegas Maliki.

“Ini menjadi senjata sangat terbaik untuk membantu kami. Gunakan media sosial untuk menyebarkan perjuangan rakyat Palestina,” ungkapnya.

Penggunaan media sosial bagi Maliki dinilai sangat membantu. Karena media sosial berpengaruh untuk menggerakan suara masyarakat di dunia melawan pendudukan Israel.

(WIL)