Bantuan Indonesia Diyakini Mampu Maksimalkan SDM Palestina

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Muamar Milhem (kanan) di Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Kurangnya sumber daya manusia menjadi salah satu alasan mengapa Palestina membutuhkan bantuan pembangunan kapasitas, salah satunya untuk bidang pengawasan obat dan makanan. Hal ini disampaikan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Muamar Milhem.

Muamar menantikan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang tersebut. Dia menambahkan kerja sama pembangunan kapasitas berguna untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di Palestina.

“Kami menunggu kerja sama dengan Indonesia, terutama di bidang pembangunan kapasitas. Dengan sumber daya manusia yang tidak banyak, kami dapat memaksimalkan kerja mereka melalui dukungan dan bantuan yang diberikan Indonesia,” kata dia di Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

“Kami juga menunggu kerja sama dengan Indonesia di bidang kesehatan, seperti bagian vaksin dan obat-obatan,” lanjut Muamar.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membantu Palestina di bidang obat-obatan dan makanan. Bantuan diberikan lewat pelatihan pengembangan kapasitas kepada negara tersebut.

Kepala BPOM RI Penny K. Lukito menuturkan bantuan ini sebagai langkah untuk berkontribusi dalam dukungan kepada Palestina. Dia menuturkan akan memberikan bantuan kepada Palestina berupa vaksin dan obat-obatan esensial dasar.

Program ini diharapkan dapat mendorong Palestina memproduksi dan mengawasi sendiri obat-obatan yang beredar di negaranya. “Supaya nanti ada peraturan yang ditegakkan Pemerintah Palestina agar masyarakatnya bisa mendapat akses obat yang aman dan bermanfaat,” sebut Penny.

Baca: BPOM Berikan Pelatihan Obat dan Makanan untuk Palestina

(WIL)