Pejabat Saudi Sempat Susun Rencana Tangkap Wartawan Khashoggi?

Jakarta – Wartawan asal Arab Saudi Jamal Khashoggi (59) kini menghilang setelah masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul. Ada kabar, pejabat Saudi sempat merencanakan strategi membujuk Khashoggi supaya pulang ke Saudi sehingga bisa dihabisi di negaranya.

Dilansir AFP, Kamis (11/10/2018), seorang informan mengabarkan ke the Washington Post tentang hal ini.

Intelijen Amerika Serikat menyadap komunikasi para pejabat Saudi yang membicarakan rencana untuk menangkap Khashoggi. Pihak Saudi itu berharap bisa membujuk Khashoggi supaya pulang ke Arab Saudi dan “menaruh tangan-tangan di atas orang itu”. Begitulah informasi yang didapat the Washington Post.


Berdasarkan The American Heritage Dictionary of Idioms oleh Christine Ammer, kata “menaruh tangan-tangan di atas orang” atau “lay hands on” biasa diartikan dalam Bahasa Inggris sebagai menangkap seseorang dan menerapkan tindakan kekerasan terhadap orang tersebut.

Namun juru bicara Departemen Negara AS yang menangani hubungan internasional, Robert Palladino, mengatakan dia tak punya petunjuk tentang kebenaran informasi sadap-menyadap itu.

“AS tidak punya pengetahuan lebih lanjut tentang menghilangnya Jamal Khashoggi,” kata dia Rabu (10/10) kemarin.

Isu ini mengancam hubungan baik yang sudah terjalin antara pemerintahan Donald Trump dengan Mohammad Bin Salman, putra mahkota Saudi.

Pada 2 Oktober lalu, Khashoggi datang ke Konsulat Saudi di Istanbul bersama dengan Hatice Cengiz (36) yang merupakan tunangannya. Mereka ingin mengurus dokumen pernikahan di Konsulat Saudi.

Khashoggi turun masuk ke Konsulat dan Cengiz menunggu di mobil. Namun setelah ditunggu lama, Khashoggi tak keluar juga dari gedung Konsulat. Spekulasi menyeruak: Khashoggi telah dibunuh. Konjen Saudi mengatakan Khashoggi telah keluar dari Konsulat sebelum hilang.
(dnu/dnu)