Fenomena Saling Tukar Pasangan Muncul di Surabaya, Benarkah Solusi Seks yang Membosankan?

SURABAYA dibuat gempar dengan kasus tiga pasang suami istri (pasutri) melakukan pesta seks atau tepatnya swinging seks di kamar hotel. Penangkapan mereka dilakukan saat “permainan berlangsung”.

Bisa diceritakan sedikit, kejadian terjadi belum lama ini di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, Surabaya. Pertemuan mereka terjadi melalui Twitter dengan salah satu pasutri mengetuai aktivitas yang dianggap tidak benar ini.

BERITA TERKAIT +

Saat digrebek, kondisi terakhir yang dilihat pihak kepolisian setempat adalah satu pasangan bersenggama di atas tempat tidur, satu pasang lainnya “bermain” di lantai, dan satu pasangan lain ditemukan sedang melakukan aktivitas seksual di dalam kamar mandi. Kemudian, bagaimana sampai akhirnya perbuatan seperti ini dianggap salah?

 Baca juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Hal yang mesti Anda ketahui adalah swinging seks mengharuskan pelaku membiarkan pasangannya disetubuhi orang asing. Hal ini yang kemudian dilakukan pasangan Eko Hardianto (tersangka) dan istrinya yang sedang mengandung 8 bulan, ID. Mereka yang kemudian mencari 2 pasutri lainnya untuk terlibat pada aktivitas ini.

 Tukar Pasangan (Positivemed)

Namun, bagaimana sebetulnya swinging seks ini dilihat secara lebih luas?

Okezone melansir Huff Post, Rabu (10/10/2018) dan dijelaskan di sana bahwa swinging seks ini bisa dilakukan oleh pasangan belum menikah mau pun mereka yang sudah menikah.

Diutarakan Ahli Holistic Health and Family Solutions Kelly Benamati, mereka yang akhirnya menjadi swinger berarti sudah sangat terbuka dengan masalah hubungan; baik secara perasaan mau pun seksual. “Itu karena mereka secara terbuka melakukan hubungan seks dengan orang lain dengan izin atau peraturan yang sudah dibuat sebelumnya,” kata Kelly.

 Baca juga; Di Negara Ini, Kamu Bisa Tahu Perempuan yang Masih Perawan Hanya dengan Lihat Gaya Rambutnya!

Kelly melanjutkan, dia mulai belajar mengapa jenis hubungan ini dapat berhasil bagi siapa saja yang mau mengikuti aturan, menghormati satu sama lain, dan jujur. Dia baru mengetahui juga bahwa mereka yang melakukan hubungan seksual jenis ini sangat selektif dalam memilih mitra.

Hal ini yang kemudian dilakukan Eko untuk mencari lawan seksnya. Dalam keterangannya, Eko hanya menginginkan si istri berusia maksimal 22 tahun dan laki-lakinya maksimal 29 tahun.

Kembali ke paparan Kelly, dia menegaskan bahwa tidak bisa bohong juga dalam berumah tangga, suami dan istri membuat perjanjian yang pastinya telah disepakati bersama. Nah, mereka yang punya ketertarikan lebih pada swinging seks tidak segan untuk meletakkan aktivitas seksual ini ke dalam salah satu syaratnya pernikahan.

 Tukar Pasangan (newyorktimes)

“Saya melihat bahwa pasutri atau lajang yang memilih jenis gaya hidup ini mencari satu atau banyak pasangan untuk kegembiraan yang mungkin tujuannya adalah merasakan sensasi bercinta yang berbeda,” katanya. Sebab, kita semua sadar bahwa antara satu dengan lainnya punya cara sendiri dalam hal memuaskan pasangan. Sensasi ekstrim ini yang dicari para swinger.

 Baca juga: 4 Warna Sperma dan Artinya, Mana yang Normal?

Tindakan swinging seks, lanjut Kelly, banyak dilakukan dengan alasan untuk meminimalisir rasa bosan dalam hubungan. Hal ini yang kadang membuat suatu hubungan menjadi rusak dan salah satu dari Anda akhirnya mencari solusi dengan selingkuh atau tindakan lainnya untuk melerai masalah tersebut.

Dan jika memang swingin seks dilakukan dengan niatan membuang kebosanan dan mempertahankan hubungan, maka tidak ada salahnya untuk melakukan hal tersebut. “Tapi, dengan satu catatan bahwa pasutri bersedia untuk berbagi kenikmatan dengan pasangan lainnya dan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dan diterima akal pikiran,” papar Kelly.

Kelly menegaskan juga bahwa setiap pasangan yang berniat melakukan swinging seks harus berhati-hati. Sebab, ketika Anda sudah merasa nikmat dengan hal tersebut, maka yang terjadi berikutnya adalah perasaan Anda dengan pasangan asli Anda sendiri akan terkikis dengan sendirinya dan ini adalah boomerang yang paling menakutkan.

“Sadar akan risiko-risiko yang mungkin terjadi bisa menjadi batasan bagi diri Anda dan pasangan untuk mau menerima gaya hidup semacam ini,” tambah Kelly.

(rzy)